Sebuah kenangan masa SMP


                                      Sebuah kenangan masa SMP

        

       
            Angka 4 menjadi angka yang menarik bagi perjalanan sahabat kami, terutama bagiku dengan kisah yang senantiasa selalu membakas dihati. Mengapa empat yang aku sebutkan? Mengapa tidak lima, enam, tujuh ataupun lebih yang kira dapat ku hitung”. Bukanya tak suka lebih namun setiap ready to take a picture” momen-momen bersama dengan teman inilah yang tertangkap.

Teman dan sahabat ialah dua arti yang beda, keduanya tak bisa ku jelaskan apa perbedaan itu karena yang bisa menjelaskan hanyalah waktu lamanya, ya’’ lamanya kami menjalin persahabatan itu. Kami telah berteman dari sekolah dasar hingga sekarang, dari duduk dibangku sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama kami masih satu sekolahan, masih bisa cekikikkan bareng dan tahu kondisi satu sama lain, namun kami terpisah ketika menginjak baku sma/smk yang pada waktu itu aku memilih masuk SMA yang jauh dari sahabat-sahabatku.

      Biar ku kenalkan dulu foto –foto yang ku selipkan dalam cerita ini dan kusambung lagi cerita angka empat tadi.                                                                        Mulai dari sahabatku yang memakai hijab pink..namaya Ayu wahyuni yang kerap dipanggil yuni atau ayu, yuni sosok yang disiplin bagiku” penampilanya selalu rapi bahkan tulisanya pun rapi , jujur sempat aku mengagumi cara yuni yang menulis dengan sangat rapi tapi tak kunjung bisa ku ikuti gaya tulisanya dan hingga sekarang aku tetap bertahan dengan tampilan tulisan sendiri.  
Foto berikut yang tidak memakai hijab ialah to’atika, ia dipanggil dengan nama tika  kenapa tika tidak memakai hijab disini karena tika mabuk perjalanan kala kami jalan-jalan ke padang, tapi sungguh temanku ini sebenarnya berhijab. Tika sungguh sahabat yang paling lembut diantara kami dan kubilang ia adalah tipe ibu masa depan, tak pernah marah ataupun menolak jika kami minta diajarkan matematika denganya dan aku belajar banyak dengan gadis ini.

Foto berikutnya ialah aku, dari zaman SMP aku memang semakin gemuk tapi hanya syukur yang ada karena aku memang ada keturunan keluarga degan bobot tubuh yang gemuk, di zaman SMP dulu aku Kpopers sejati” apa saja tentang artis korea aku mungkin salah satu paparazi nya “knows everything” yang diibaratkan point of view dalam cerita.
                                                                                               
Terakhir dalam foto ini ialah Estiana, esti panggilanya dan esti ini sama gilanya Denganku dalam soal idola tentang artis bahkan kami juga sama-sama suka justin bieber dan jika tidak salah, satu lagu justin bieber yaitu “favourite girl” kami nyanyikan saat perjalanan pulang kerumah, entah nada seperti apa yang kami nyanyikan” at least both of us know that song”.
                                   
Sungguh indah landscape air terjun dibelakang itu ketika ceklek bunyi kamera kami telah siap dengan gaya masing-masing, anyway esti boleh juga jadi bintang lady rock.

          Mari dengarkan cerita ini lagi, kenapa angka 4 yang menandakan hanya ini sahabat-sahabatku padahal aku juga punya sahabat-sahabat yang lain juga. Teman-teman kami bilang kami selalu bersama dan kompak kesana berempat kesini berempat tapi itu tidaklah menutup kami anti bergaul dengan yang lain. Aku tak satu kelas dengan mereka bertiga sewaktu SMP karena kami dibagi-bagi kedalam beberapa kelas namun kompak mesti tetap .

Sahabat-sahabatku yang lain yuli, eli, dewi, ais kalian the best ever, you left each memories to me. Sayangnya tak ada foto kita bersama sewaktu di padang. Biarlah tak ada kata sahabat lagi namun jangan putuskan tali persaudaraan kita.

Leo Buscaglia berkata ”satu bunga bisa menjadi temanku;satu sahabat sejati bisa menjadi duniaku”.
  

Komentar