Aku Rindu Nyai


indung indung kepala lindung 
ujan di mudik , disini mendung
anak siapa pakai kerudung 
mata melirik 
kaki tersandung 
...........
aduh aduh siti aisyah
Mandi di kali rambutnya basah
Tidak sembahyang tidak puasa
Didalam kubur mendapat siksa

Itulah sepengal nyanyian dari nyaiku tercinta,,yang mengajarkanku untuk selalu taat pada aturan agama yaitu memperkuat agama dengan selalu menegakkan agama Allah swt lewat shalat 5 waktu. Rindu betul aku dengan syair sederhana nyai ku yang selalu dilantunkan ketika ia merawatku , nyai panggilanku terhadapnya ialah panggilan khas orang melayu jambi yang mungkin aneh jika bukan orang melayu yang mendengarnya, namun begitu sungguh indah kata nyai bagiku saat aku memanggil nenek dengan sebutan nyai .
Hampir 8 tahun aku ditinggal nyai , nyai meninggalkan ku di usianya yang berumur 63 tahun dan dia meninggalkan kami semua pada tahun 2009. Kala itu aku duduk di kelas 1 SMP semester genap. Disinilah aku ingat betul apa kata nyai padaku “ cung kalau nyai dak ado lagi tolong ajarkan emakmu membaca al-Qur’an, semangat aku menjawab iya pada nyai.  semua do’a yang aku inginkan di ijabah oleh Allah swt dan semua itu tak dapat kupingkiri itu juga semua karena do’a nyai yang mendo’kan ku serta menasehatiku dengan nasehat-nasehat yang lembut “ sampai sekarang masih ku ingat , satu nasehat yang nyaiku berikan ketika aku dibully dengan kata pendek yang disingkat dengan nama “Iya POT” sangat marah aku dengan perkataan itu karena itu bermaksud mengataiku dengan arti sudah pendek gemuk pula , aku tak menangis tapi yang namanya masih kecil yang bisa aku lakukan Cuma mengadu, nasehat nyaiku sederhana saja “ untuk apo marah atau kesal , kan dak rusak dikato cung “ itu pesan umum yang telah didengar semua orang bahkan kenyataanya nasehat kebanyakan orang tua. Tak puas aku mendengarnya karena itu bukanlah suatu belaan yang kuat namun itu sangat bijaksana, nyaiku berhasil membujukku dan mengajakku ngoceh yang pada akhirnya ia medongengkan ku cerita cerita jaman bengen yang disebut pula cerita zaman dahulu. Berhasil menarik perhatianku , membuatku diam dengan serius mendengarka kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut nyai” panjang ceritanya tapi berakhir dengan pesan moral yang menyentuh hati, bermacam jenis dongeng yang nyaiku ceritakan padaku.
Kembali dari kisahku tadi ketika aku masih duduk di SMP semester genap, kala itu aku minta dido’akan oleh nyai untuk bisa mendapatkan juara 1 di kelas dan permintaanku di ijabah oleh Allah swt , tapi disaat hari kenaikkan kelas, aku tidak berada di sekolah karena saat nyai sakit dan aku telah ada dirumah nyai dengan emak. Ntah kenapa nyai tidak mau dibawa ke rumah sakit , ia lebih memilih merasakan penyakitnya dirumah ketimbang ke RS. Datanglah pakte ku , anak adik nyaiku menjenguknya “ barulah mau nyai dibawa kerumah sakit. Dengan harapan dan do’a aku lantunkan, berharap Allah bisa mengangkat penyakit nyai, beribu kali sayang dan aku sesali , kenapa ketika aku diajak ke RS aku tidak mau karena selang dua hari nyai di RS Allah mengambil nyaiku , harapan dan do’a tadi tidak dikabulkan oleh Allah Inilah ajal nyaiku .
Kabar nyai telah tiada tersebar ke kampong nyaiku, menangis aku sejadi-jadinya membayangkan betapa nyatanya aku tidak mempunyai seorang nyai lagi. Tak dapat lagi aku mendengar dongeng ataupu pantun nyai yang berisi pesan kehidupan, tak dapat lagi melihat sosok nyai saat pulang ke kampong. Nasehat nyai terkadang tak ku lakukan namun nasehat nyai tentang emakku yang harus tahu baca al-qur’an dengan lancar sudah jadi kenyataan, Nyai aku rindu..semoga nyai selalu berada ditempat terindahnya Allah swt.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MY POETRY ,I HOPE I CAN MAKE IT COME TRUE "LOVE YOU MOM THE BEST EVER"

KERUDUNG PUTIH